Rabu, 25 Maret 2015

Alasan yang klise, kenapa masuk IPB



(1)  Perkenalkan nama saya Nadhifa Trihapsoro, seorang mahasiswa IPB (Institut Pertanian Bogor) tingkat pertama dari fakultas kedokteran hewan. Mungkin terdengar cukup unik bagi masyarakat (khususnya siswa SMA) perkotaan khususnya Ibukota Jakarta, seorang siswa tamatan salah satu sekolah di Jakarta memilih masuk IPB dengan jurusan kedokteran hewan dimana biasanya siswa Ibukota memilih universitas-universitas bergengsi lainnya yang berkecimpung di bidang teknik atau kedokteran umum. Pilihan yang unik memang, tetapi dibalik pilihan itu ada alasan mengapa saya memilih kedokteran hewan di IPB.

Pertama, saya mempunyai cita-cita untuk menyelamatkan dan menolong satwa-satwa liar dan terancam punah guna melestarikan keanekaragaman hayati di Indonesia tidak hilang begitu saja, oleh karenanya saya memilih kedokteran hewan. Kedua, mengapa di IPB? Berdasarkan sejarahnya, IPB memiliki fakultas kedokteran hewan tertua di Indonesia, ini mengindikasikan bahwasanya IPB lebih berpengalaman mengenai kedokteran hewan dibandingkan universitas-universitas lainnya. Selain itu melihat banyaknya torehan prestasi yang dicapai oleh fakultas kedokteran hewan membuat saya semakin yakin akan kualitas dari fakultas tersebut. Ketiga,  IPB terletak di Bogor yang tidak jauh dari Jakarta, sehingga tidak perlu makan waktu dan biaya yang lebih guna menempuh pendidikan kedokteran hewan.

Mungkin banyak yang bertanya “Apakah hubungannya kedokteran hewan dengan pertanian padahal anda kuliah di Institut Pertanian Bogor yang menekankan pengembangan pertanian dan ketahanan pangan?” Ya! Tentu saja ada, dan banyak!.


(2)    Bicara soal pandangan pertanian, dari selama ini yang saya lihat dari beragam pembicaraan teman-teman sekolah dulu (yang merupakan masyarakat perkotaan). Banyak dari mereka menganggap remeh pertanian. Sebagian beranggapan bahwasanya pertanian itu kotor, melelahkan, dan keuntungnya tidak banyak bila dibandingkan dengan bidang-bidang teknik. Sebagian lainnya tidak memikirkan atau bahkan tidak tahu masalah pertanian. Itulah segelintir pandangan tentang pertanian dari sudut pandang siswa perkotaan, memang betul kita membutuhkan teknologi, tetapi jangan lupa bahwa kita makan sehari-hari juga merupakan hasil kerja keras dari petani, ibarat buat apa kita berswasembada mobil kalau ketersediaan pangan untuk bangsa saja tidak terpenuhi. Yang saya harapkan untuk kedepannya, cara pandang masyarakat pertanian berubah sehingga menambah minat di industry pertanian guna mencukupi kebutuhan pangan bangsa.

Sabtu, 22 November 2014

Akhir Tingkat 1 (Part 2: To the Top of Pangrango)

Yak, melanjutkan cerita sebelumnya mari kita simak yang berikut ini!

Perjalanan Kedua
25-26 Juli 2014
Gunung Pangrango, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat

Mungkin bisa dibilang perjalanan selama enam hari ini merupakan perjalanan yang cukup melelahkan, bagaimana tidak? begitu pulang dari pulau laki, kini aku harus bersiap-siap untuk mendaki gunung selama 2 hari. Kiranya aku tiba di kampus dramaga sekitar pukul 19.00 setelah menempuh perjalanan yang melelahkan dengan menggunakan kereta yang sudah penuh. Begitu sampai di kampus IPB, aku langsung berkemas dan merapikan barang barang yang ingin kubawa nanti pada saat naik gunung. Singkat cerita setelah beres-beres yang memakan waktu cukup lama (Ya, karena aku harus kembali ke kontrakan dengan menggunakan motor pinjeman sekret untuk mengambil dan menaruh barang serta mandi. Apesnya pada saat perjalanan kembali ke sekret bensin motornya habis ditengah jalan, terpaksa mengisi bensin dulu dengan berjala kaki ke pom bensin terdekat (Dramaga Cantik)) aku beristirahat di sekret.

Pagi hari sekitar pukul 04.00 pagi aku bergegas cabut menuju BNI depan IPB, tempatku bertemu dengan teman-temanku yang akan naik gunung. Jalanan kampus begitu gelap dan sepi ketika aku beranjak pergi. Rasanya seram jika aku bayangkan betapa gelapnya saat itu, was-was kalau-kalau ternyata ada yang muncul dari balik kegelapan, tapi untung saja ada di Coki si anjing lawalata yang turut mengantar kepergianku hingga aku mencapai titik pertemuan. Meski dijanjikan untuk berangkat jam 04.30 ujung-ujungnya kami baru berangkat pukul 05.30 karena ada temanku yang baru bangun pukul 05.00 (keterlaluan sekali -_-). Tak usah banyak cingcong akhirnya kami resmi memulai perjalanan.

Hmm... mengenai perjalanan ini sendiri bisa dibilang ini kali kedua aku mendaki gunung. Kali pertama pada waktu aku sedang menjalani diklat sispala (Carvedium), waktu itu aku mendaki ke puncak gede dengan kondisi yang yaah... bisa dibilang kurang nikmat lah, karena skill pecinta alam yang waktu itu masih kelas teri, dan sarana peralatan yang kurang mumpuni, belum lagi gojlokan mental dari senior. Kali ini, yang merupakan kali kedua, boleh dibilang pendakian santai karena kami cuma 2 hari disana untuk naik-turun gunung.

Well... singkat cerita kami memulai pendakian sekitar pukul 10 setelah cek in (walau ada sedikit masalah kecil) di balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Perjalanan ke Cibodas sendiri sebenarnya tidak begitu lama, hanya saja cukup mahal. Rp 20.000 untuk elf dari baranangsiang ke pertigaan Cibodas dan Rp 5000 untuk angkot dari pertigaan ke balai Taman Nasional. Seperti pendaki kebanyakan, kami memilih jalur pendakian Cibodas karena medan yang tidak begitu terjal dan banyak pemandangan yang bisa dilihat. Berdasarkan informasi yang kudapatkan, apabila kita melewati jalur Cibodas, kita dapat melihat beberapa pemandangan seperti Telaga Biru, Rawa Gayonggong, dan Air Panas (Benar saja, aku melihat ketiganya. Nanti kuceritakan).

Pendakian kami mulai dengan penuh semangat tentunya, dengan kaki dan punggung yang masih tegar, kami terus melangkah. Secara umum, jalur pendakian yang kami tempuh merupakan hutan sub-montan pegunungan bawah yang kaya akan lumut lumut dan tanaman paku-pakuan. Tak terlalu jauh dari pos pertama tempat kami cek in, kami akhirnya menemukan Telaga Biru. Meski dinamakan Telaga Biru, sungguh mengejutkan karena ketika kami melihat Telaga Biru yang katanya berupa kolam besar berwarna biru yang indah rupanya telah mengering tanpa sisa. Entah tahu apa sebabnya,bisa jadi mengeringnya Telaga Biru diakibatkan oleh aktivitas geotermal yang meningkat, tetapi kami tak mau banyak berspekulasi. Cuaca yang mendung dan suara elang mengiri kami yang tengah beristirahat sebentar di Telaga Biru.

 Telaga biru yang kehilangan birunya

Setelah beristirahat di Telaga Biru yang kini sudah tidak biru, kami melanjutkan perjalanan menuju puncak. Tak begitu lama kami berjalan, kami kemudian melintasi apa yang disebut sebagai Rawa Gayonggong. Rawa Gayonggong merupakan sebuah rawa yang didominasi oleh ilalang tinggi yang disebut sebagai tanaman gayonggong. Menurut sejarahnya, rawa gayonggong merupakan cekungan yang tercipta akibat aktivitas vulkanik, kemudian cekungan itu terisi oleh air hujan dan menyebabkan terbentuknya rawa tersebut. Agak seram rasanya membayangkan dasar rawa yang berlumpur dan dalam, yang mungkin dipenuhi oleh hewan-hewan beracun dan ular yang besar, tetapi rasanya tidak semengerikan itu.

 Rawa gayonggong

Melewati rawa, akhirnya kami tiba di persimpangan jalan yang menuju ke puncak dan menuju ke curug Cibereum. Jalan yang semula cukup landai kini berubah menjadi tanjakan terjal yang cukup menguras energi. Beberapa jam lamanya kami berjalan, akhirnya kami tiba di Air Panas. Seperti namanya, Air Panas memang benar-benar sumber air panas. Terdapat air terjun dan aliran sungai yang memang benar-benar panas. Kali ini jalur yang dilewati cukup menantang, karena kami harus melewati sungai dan air terjun panas dengan jurang yang cukup dalam di sebelah kanan jalur dan jarak pandang yang minim akibat uap air yang beterbangan, oleh karenanya kami harus melewatinya dengan sangat berhati-hati.

Rute yang cukup menegangkan, air panas...

Pukul 15.00 setelah melewati Air Panas, kami akhirnya tiba di Kandang Badak, pos terakhir sebelum puncak Pangrango. Melihat kami yang sudah begitu kelelahan dan cuaca yang nampaknya kurang kondusif, kami memutuskan untuk mendirikan tenda disini. Benar saja, tak lama setelah kami mendirikan tenda hujan mulai mengguyur. Untung saja kami tidak melanjutkan perjalanan ke puncak, atau kami akan kebasahan. Akan tetapi, karena kami memilih tempat yang tidak pas karena tempat yang kami pilih untuk mendirikan tenda merupakan jalur aliran air, belum lagi tenda yang kami pakai cukup lusuh dan banyak cacatnya, alhasil kami tetap kebasahan meskipun di dalam tenda, bahkan yang lebih buruk di dalam tenda terdapat genangan air yang menyulitkan kami menaruh barang-barang. Ketika menjelang malam hujanpun mulai reda. Setelah modifikasi sana-sini untuk mengurangi rembesan air pada tenda, kamipun kembali masuk untuk tidur. Dengan kondisi yang tidak nyaman akibat tenda yang sempit, basah di lantai tenda, serta udara dingin pegunungan yang begitu menggigit, kami beristirahat hingga keesokan hari untuk melanjutkan pendakian.

Jalur pendakian sebelum Kandang Badak

Awalnya kami ingin melanjutkan pendakian pukul 03.00 pagi, akan tetapi kami berangkat pukul 02.00 karena keadaaan yang tidak nyaman yang membuat kami tidur tidak nyenyak sehingga daripada menunggu lebih lama lagi, lebih baik berangkat, mumpung hujan sudah berhenti. Dengan meninggalkan tenda dan barang bawaan yang tidak diperlukan di Kandang Badak, dengan 1 tas carrier yang kami bawa untuk bekal di puncak, kami melanjutkan pendakian.

Kami tiba di persimpangan pendakian dimana di persimpangan ini terdapat jalur untuk ke puncak Gede dan jalur untuk ke puncak Pangrango. Setelah persimpangan, kali ini kami harus benar-benar berhati-hati karena disamping kegelapan malam yang menyelimuti, jalanan yang kami lalui kini tambah menyempit dan menanjak. Tak banyak yang bisa kami lihat di kegelapan malam selain bintang-bintang dan kerlap-kerlip lampu kota, yang kami pikirkan hanya jalan terus.

Cukup lama kami berjalan, hingga sekitar pukul 05.30 akhirnya kami tiba di puncak pangrango, 3019 meter di atas permukaan laut. Hemm... tidak seperti yang dibayangkan, rupanya pemandangan dari puncak pangrango tidak begitu lapang jika dibandingkan dengan puncak gede, tetapi pemandangan untuk melihat matahari terbit dan puncak gede cukup menjanjikan. Terdapat kanopi lusuh untuk beristirahat sambil melihat pemandangan. Sayangnya, cuaca masih mendung dan berkabut ketika kami tiba di puncak, sehingga kami tidak dapat menyaksikan matahari terbit dengan jelas, bahkan puncak gede yang seharusnya terlihat malah tidak kelihatan.

Puncak pangrango yang... berkabut...

Kami beristirahat beberapa lama di puncak untuk mengisi perut sejenak dan menikmati pemandangan yang walaupun sebenarnya tidak begitu jelas terlihat. Tidak lama kami beristirahat rupanya hujan kembali mengguyur, sehingga kami harus menepi di kanopi lusuh untuk berteduh. Kami tidak sendiri, rupanya ada pendaki lain yang sama tidak beruntungnya dengan kami. Sebagai sesama pendaki, kami mengobrol sebentar sambil menikmati pemandangan. Rupanya mereka berasal dari kota Jogja dan pergi ke gunung Gede-Pangrango  untuk mengisi waktu liburan kuliah, sama halnya seperti kami. Setelah mengobrol cukup lama, mereka melanjutkan perjalanan ke alun-alun Mandalawangi, sedangkan kami tetap di puncak hingga hujan berhenti total.

Cukup lama kami menunggu hingga akhirnya hujan berhenti, kami melanjutkan perjalanan ke alun-alun Mandalawangi. Tak lama kami berjalan akhirnya kami tiba di alun-alun Mandalawangi. Boleh dibilang sebenarnya alun-alun Mandalawangi kalah besar dibandingkan alun-alun Surya Kencana di puncak Gede, tetapi tanaman edelweis yang lebih berlimpah dan kontur tanah yang cendrung agak miring memeberikan kesan tersendiri yang tak kalah indahnya, rasanya aku tahu mengapa sang legenda Soe Hoek Gie begitu menyukai tempat ini. Begitu takjubnya kami akan pemandangan tersebut sehingga kami memutuskan beristirahat dan berfoto-foto untuk menikmati pemandangan yang ada.

Alun-alun Mandalawangi dan semak edelweiss-nya

Kami berfoto bersama

Mungkin bagi sebagian orang, mendaki hanyalah sekedar mendaki untuk bertualang, menikmati pemandangan, dan pulang, tapi untukku pendakian kali ini tidak sesederhana itu. Satwa, ekologi, dan hutan, merupakan alasan lain mengapa aku mendaki. Karena buatku Akan menjadi suatu kesia-siaan apabila kita pergi ke alam tanpa belajar apapun darinya. Meskipun tidak sedang melakukan penelitian, aku begitu senang mencari-cari makhluk hidup yang ada di hutan untuk diamati khususnya burung, begitu juga dengan proses alam yang terjadi di dalamnya.

Dari sekian banyak yang aku amati dan temukan ada yang paling menarik perhatianku. Pada saat perjalanan, baik saat mendaki ataupun menuruni aku menemukan sejenis burung. Burung tersebut berukuran sedang, mungkin seukuran burung beo, mempunyai paruh kuning dan badan yang biru gelap mengkilap seakan-akan warnanya hitam, merupakan burung yang suka berjalan di atas tanah dan kalau jalan melompat lompat. Menariknya lagi, burung itu muncul menampakkan diri disaat para pendaki lkembali berjalan seusai istirahat. Ternyata setelah aku klarifikasi dari senior-seniorku di UKF, burung itu adalah ciung-batu siul. Menurut senior, memang burung tersebut gemar mengikuti pendaki untuk mengambil sisa-sisa makanan yang ditinggal pendaki seperti layaknya burung gagak di perkotaan. Nampaknya burung tersebut sudah cukup terhabituasi dengan para pendaki dikarenakan banyaknya pendaki yang mendaki setiap harinya.

Kembali ke perjalanan, setelah cukup lama berada di alun-alun, kami memutuskan untuk kembali dan pulang. Kami kembali menuruni puncak menuju Kandang Badak untuk berberes tenda dan packing pulang. Pukul 12.00 kami tiba di Kandang Badak, dan sejam setelahnya kami telah siap untuk turun gunung. Meskipun perjalanan terasa lebih ringan karena beban carrier yang sudah berkurang dan jalan yang turun, tetap saja itu membuat kami kelelahan. Setelah beberpa jam perjalanan yang cukup menyiksa dengkul, akhirnya kami tiba di pos awal pukul 16.00 untuk cek out. Setelah itu, kami memutuskan untuk makan dan beristirahat sebentar sebelum kami benar-benar pulang.

Walaupun kami disana hanya sebentar, puncak Pangrango telah memberikan pengalaman yang luar biasa kepada kami, yang mungkin tidak akan bisa didapatkan saat kuliah. Waktu semakin sore dan akhirnya kami memutuskan untuk pulang walaupu pada akhirnya aku sendiri yang terpencar karena aku langsung pulang, ke rumah tercinta, di kota Bekasi yang penuh sesak...

Akhir Tingkat 1 (Part 1: Journey to Pulau Laki)

Udah lama rasanya gak posting di blog ini. Aku inget postingan aku terakhir di blog ini bercerita tentang asrama TPB, dan ternyata waktu begitu cepat berlalu, sekarang aku udah naik tingkat (dari 1 ke 2).

Pasti kita semua udah tau kalo setiap kenaikan tingkat akan ada liburan tanpa terkecuali untuk pengambil semester pendek sekalipun. Mungkin untuk beberapa mahasiswa baru yang biasanya belum banyak proyek dan kesibukan, liburan yang cukup panjaaangg (bayangkan, durasinya lebih dari 2 setengah bulan, hampir sama dengan libur kelulusan SMA) bisa jadi sangat membosankan karena menganggur dan tidak ada kerjaan. Lain halnya dengan mahasiswa yang sibuk dan banyak kegiatan, waktu luang liburnya merupakan waktu untuk produktif.

Lalu, bagaimana denganku?
Boleh dibilang sebenernya aku ini merupakan mahasiswa yang belum begitu sibuk karena seperti yang sudah aku jelaskan sebelumnya, aku baru setahun disini dan belum merasakan kehidupan kampus dengan lebih mendalam, meskipun saat ini aku telah mengikuti organisasi di kampus seperti UKF (Uni Konservasi Fauna) dan Karate, tetap saja masih terasa begitu lengang karena aku bukanlah pengurus didalamnya. Hal tersebut membuat aku mendapatkan banyak waktu untuk berekreasi dan berjalan-jalan bersama teman-teman. Salah satunya adalah apa yang aku alami pada tanggal 21 hingga 26 Juni 2014, mau tau cerita lebih lanjut? jangan kemana-mana, tetap di BUKAN 4 M*TA #eh....

[BEWARE OF LONGPOST]

Perjalanan Pertama
21-24 Juli 2014
Pulau Laki, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta

Yap, perjalanan pertamaku yaitu ke Pulau Laki, sebuah pulau kecil tak berpenghuni yang masih masuk gugus Kepulauan Seribu. Aku pergi kesana bersama seorang teman dan senior-senior dari Unit Kegiatan Mahasiswa Uni Konservasi fauna yang totalnya berjumlah 7 orang termasuk aku dalam rangka eksplorasi keanekaragaman fauna dikarenakan minimnya data mengenai fauna khususnya fauna perairan dan burung yang berada di pulau tersebut, sekalian juga untuk memperkaya skill dan pengalaman kami para angkatan baru. Meski terkesan ilmiah, buatku perjalanan ini merupakan suatu rekreasi tersendiri.

Secara umum, pulau kecil (sekitar 1,5 hektar) yang tidak berpenghuni ini merupakan pulau yang terselimuti oleh hutan tanaman dataran rendah dan pantai berpasir pada sisi selatan dan hutan bakau (mangrove) pada sisi lainnya. Menurut nelayan setempat pulau tersebut dulunya merupakan tempat wisata yang dikelola oleh sesaorang, akan tetapi karena suatu masalah pulau tersebut akhirnya diserahkan ke TNI AL, dibiarkan tidak berpenghuni hingga sekarang ini. Karena dulunya merupakan tempat wisata, di pulau ini masih tersisa puing-puing bangunan. Untuk menuju pulau ini, dapat menggunakan kapal dari pelabuhan Tanjung Kait.

Mungkin perjalanan kami terlihat seperti liburan yang murah meriah bukan? pada kenyataannya kami harus merogoh kocek yang cukup banyak sebesar Rp.250.000 dimana sebagian besar biayanya ditujukan untuk transportasi (Angkot-Angkot-Kereta-Angkot-Angkot-Kapal). Jangan pernah membandingkan dengan paket liburan ke pulau "murah" dengan hotel berbintang senilai Rp. 1.500.000 karena buat kami para mahasiswa yang agak sering duitnya seret, 250 ribu itu termasuk mahal.

Harga sebanding dengan kenikmatan, begitulah yang kami alami di eksplorasi pulau Laki ini. Harus menginap di tenda, memasak sendiri dengan menggunakan tungku api, dan segala aktifitas pemenuhan kegiatan di lapangan merupakan hal yang biasa bagi kami. Akan tetapi namanya juga kegiatan di alam bebas, tidak terlepas juga dari beberapa masalah. Persediaan air minum yang terbatas merupakan masalah yang menurutku paling gawat. Tidak adanya sumber air bersih layak minum di pulau membuat kami harus membawa air sendiri, sedangkan sumber air yang ada di pulau hanya layak untuk mencuci meskipun airnya tawar. Celakanya, pada saat perjalanan, hanya beberapa orang di antara kami yang membawa air mineral botol sehingga kami harus benar-benar berhemat dalam penggunaannya. Untungnya pihak TNI-AL memberi kita satu galon air mineral, meskipun tetap saja kami kekurangan. Masalah lainnya adalah nyamuk yang begitu merajalela. Bayangkan saja dalam sekejap berada di sana, lebih dari sepuluh nyamuk sekaligus menghisapi darah kita, dan itu benar-benar sangat mengganggu dan membuat tidak konsentrasi. Begitu banyak dan ganas nyamuk disana membuat kulit yang tadinya bersih menjadi berbekas bintik-bintik seperti cacar air.

Hutan penuh nyamuk yang kami jelajahi

Meski disana selama 4 hari, pengamatan sesungguhnya hanyalah 2 hari dikarenakan hari pertama  untuk perjalanan berangkat dan survey, sedangkan hari terakhir untuk perjalanan pulang. Pengamatan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu fauna perairan dan burung, aku sendiri mengikuti pengamatan burung. Pengamatan fauna perairan dilakukan di sepanjang pesisir pantai barat pulau yang cukup dangkal kaya akan tanaman bakau. Pengamatan burung dilakukan denngan dua jalur yaitu jalur mengelilingi pantai di pagi hari dan jalur melintasi hutan di sore hari. Meski menggunakan dua jalur, kami berfokus pada pencarian burung pantai.

Melewati pesisir pantai sebelah barat

Selama pengamatan kami menemukan banyak jenis burung, sebagian besar sudah pernah kami jumpai seperti remetuk laut (Gerygone sulphurea), merbah cerucuk (Pycnonotus goiavier), Cekakak sungai (Todiramphus chloris), burung madu sriganti (Nectarinia jugularis), Perkutut (Geopelia striata), ada juga beberapa jenis yang sebelumnya belum pernah kulihat seperti pergam laut (Ducula bicolor), gagak hutan (Corvus enca),  kuntul karang (Egretta sacra), dan burung lainnya yang totalnya mencapai 27 jenis. Dari semua burung yang kutemui kowak malam kelabu lah yang nampaknya paling mendominasi. Begitu banyak kowak yang bertengger dan beterbangan dan rasanya seperti danau LSI (danau di dekat perpustakaan IPB) dipindahkan ke pulau laki. BEgitu abnyak burung yang kami jumpai, tetapi sayang kami tidak bisa menemukan burung pantai.

Terlepas dari pengamatan sepanjang pengamatan pagi aku terkesima dengan padang anemon laut berwarna warni yang kulewati. Begitu banyak anemon laut terhampar luas di beberapa titik pesisir pulau. Selain anemon terdapat juga teripang, bintang laut, ubur-ubur, dan umang-umang yang banyak tersebar di sepanjang pesisir pantai barat. Selain hewan-hewan tersebut ternyata kami juga menemukan gurita pada pantai berbatu, dan sekelompok monyet ekor panjang di pinggiran hutan. Di dalam hutan, selain burung dan monyet, tidak begitu banyak hewan yang menarik. Selama kami melintasi hutan, nyamuk yang bertaburan begitu ganasnya menggigiti kulit kami, selain itu juga bekicot-bekicot yang berlalu lalang (di pulau ini terdapat banyak sekali bekicot) yang selalu mengotori sepatu kami karena sering terinjak-injak. Menjelang malam, ratusan kecoak spesies Periplanetta americana (kecoak rumah) berkeliaran di sekitar reruntuhan bangunan dan pohon beringin. Menurut nelayan setempat, di pulau ini terdapat banyak biawak dan ular, akan tetapi selama empat hari ini kami tidak menemukan satupun.

Anemon, salah satu keindahan di pulau Laki

Hemm... sungguh memang pulau Laki diluar dugaan, gak nyangka di pulau yang notabene sekecil itu bisa menyimpan beragam macam kekayan fauna didalamnya. Akan tetapi sayang seribu sayang pulau ini telah tercemari dengan tangan-tangan kotor manusia. Dapat dilihat di sepanjang pesisir pantai sampah yanng begitu menumpuk, khususnya di bagian selatan pulau yang berhadapan langsung dengan pulau jawa. Selain sampah, perburuan burung juga menjadi masalah yang kerap kali terjadi di pulau ini. Berdasarkan pengamatan di lapangan, para pemburu yang merupakan nelayan menggunakan jaring kabut untuk menjerat burung. Alangkah kasihannya burung yang tadinya bebas merdeka menjadi terkurung di sangkar. Aku khawatir apabila terus diburu, burung-burung yang ada di pulau ini akan menjadi semakin sedikit, dan lama kelamaan bisa punah.


Sampah yang mengotori pesisir pantai

Rasanya empat hari bagiku tidak cukup untuk menjelajahi satu pulau ini, aku masih penasaran apa lagi yang ada di dalamnya. Meninggalkan pulau ini rasanya senang bercampur sedih, senang karena dapat pulang dan bertemu dengan kemewahan dunia, sedih karena berpisah dengan pulau yang menyimpan begitu banyak keragaman. Akhirnya dengan waktu yang sudah habis dan perbekalan yang semakin menipis, tanggal 24 Juli 2014 siang hari, kami kembali ke daratan dengan letih.

 
Sunset, keindahan lainnya yang bisa kami nikmati

[To Be Continue...]







Jumat, 29 November 2013

Kamarku Istanaku

Yah, kembali lagi bersama ane, dan kali ini ane bakal share tentang kamar 56, kamar ane tercinta di asrama. Mau tau bagaimana kamarnya? ini dia!


JENGJENG!!

Eh, sori bukan yang ini denk, ini lorong ane, lorong 5. Lorong yang penuh dinamika dan banyak orang yang gak jelas, termasuk yg ada di foto diatas ahahah (peace). 

Oke, serius, ini dia kamar ane!

TADAA!! mungkin terlihat cukup berantakan yah? yah, beginilah memang keadaannya, tapi jan salah, diantara 2 kasur dan meja yang ada di foto itu, ane kgk nempatin keduanya, tapi disisi lain dari foto itu. Bagaimana? penasaran? ini dia!



Yah, itu dia, sudut dari kamar yang ane tempatin, ane tidur di ranjang atas dan belajar di meja di sebelahnya, cukup rapi bukan?? ahahahahha (memuji diri sendiri).  Mungkin dari foto itu u bisa liat kalo kondisi ranjang dan meja belajar ane cukup menggenaskan, kenapa? u bisa liat ada coretan Tip-Ex di ranjang ane yg isinya community apalah itu gajelas, belom lagi kalo diperhatiin dengan baik, kasur ane keropos dimakan rayap, mungkin dalam janga waktu 1 tahun bakal rubuh itu ranjang ahahahha.

Yah, tapi walau begitu ane tetep cinta kamar ane sendiri, kamar yg bisa buat tidur males-malesan, maen PES, nonton Anime, pokoknya banyak dah hehehe (belajarnya gak ada -__-). yah, cukup sekian mungkin ya, sori kalo ada yg tersinggung, ini semata cuma buat pamer kok #eh sekali lagi maaf....

Cukup sekian, bye!

Kamis, 21 November 2013

Sebuah Sudut Perenungan

Pagi itu, sekitar pukul 04.30, diriku sudah beranjak dari tempat tidur untuk menyongsong pagi. Dengan penuh semangat aku bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat di kampus tercinta IPB, tempat dimana aku bisa melepas penat dan pikiranku selama ini. Setelah semuanya beres, aku langsung bergegas pergi meninggalkan asrama menuju ke tempat tersebut.

Tempat itu adalah Danau LSI, sebuah danau yang terletak tidak jauh dari perpustakaan IPB. Sebuah danau yang tidak begitu besar tetapi memiliki pemandangan yang menyejukkan mata. Danau ini terbagi menjadi dua area oleh sebuah bendungan. Di atasnya terdapat jembatan yang menghubungkan kompleks rektorat dengan kompleks LSI.

Dari jembatan, aku bisa melihat pemandangan yang memanjakan mata. Apabila aku menengok pemandangan di sebelah kanan (dari arah perpustakaan menuju rektorat), aku akan melihat pemandangan yang sangat liar. Liar karena yang kulihat adalah hamparan danau berawa yang pada tepiannya dikelilingi oleh hutan karet. Kawanan burung bangau  yang terbang atau hinggap pada pohon mati di pinggiran danau dan biawak yang kadangkala berenang melintasi danau turut menambah nuansa liar pada danau ini. Jika dilihat dengan saksama, pemandangan yang bisa kulihat ini ibarat Sungai Amazon di IPB.

 Amazon in IPB


Sisi lain dari "Amazon IPB"

Pemandangan di sebelah kiri jembatan tidaklah seliar pemandangan di sisi yang satunya. Tidak dikelilingi oleh hutan, pinggiran danau di sisi ini hanya ditumbuhi oleh sejumlah pepohonan dan semak belukar yang menyamarkan permukaan air. Meski tidak begitu liar, pemandangan pada sisi ini nampak lebih indah. Terkadang beberapa jenis burung seperti kareo padi dan raja udang berlalu lalang mencari mangsa. Selain itu sering terdengar kicau burung kutilang atau emprit juga betet yang menambah keindahan sisi tersebut. Di kejauhan terdapat sebuah jembatan batu yang menandakan ujung dari danau LSI, dan kesanalah aku akan menuju.


Pemandangan pagi dari sebuah jembatan batu
 
Jalan menuju tempat itu tidaklah segampang menyeberang jalan. Aku harus menuruni bukit dan melintasi rimbunan semak yang begitu tebal untuk sampai ke tepi danau, terkadang aku tergelincir saat menuruni bukit atau tergores duri tanaman saat melintasi semak. Sesampainya di tepi danau, aku masih harus berjalan lagi, dan kali ini aku harus lebih berhati-hati karena rumput yang aku pijak dapat menyamarkan permukaan danau yang berlumpur, bisa saja aku tercebur jika aku salah melangkah. Sampailah aku di jembatan.


Aku dan jembatan batu


Semak belukar di sekitar jembatan batu

Dari jembatan batu dengan diwarnai oleh mentari pagi yang menyinari panorama indah Danau LSI, dan ditemani kicauan burung, aku merenung akan hidupku, masalahku, dan pembelajaranku. Terkadang hidup ini begitu runyam bila dipikirkan, namun semua itu akan sirna apabila kau merenungkannya di tempat yang tepat. Bagiku inilah tempat yang tepat.

Tidak terasa sudah 30 menit lebih aku duduk termenung. Sekarang pukul 07.30 pagi dan aku harus segera pergi, pergi meninggalkan sebuah sudut perenungan yang tenang menuju rutinitas yang remang.


Rabu, 06 November 2013

Asrama


"Huam.. selamat malam semuanya, disini  di asrama C1 Nadhifa Trihapsoro melaporkan kondisi yang cukup menggenaskan dari seorang pelancong Jakarta yang seharusnya sudah pulang hari ini, tetapi malah terjebak di asrama bersama teman-teman pelancong lainnya yang tidak pulang ke kampung halaman. dan orang itu adalah saya sendiri....."

Asrama C1, asrama ane. sumber: http://cholinpotter.blogspot.com

Sedikit basa-basi aja barusan ahahha.... Jadi begini, sebenernya sejak Senen kemaren UTS udah kelar, dan banyak anak-anak khususnya anak Jabodetabek dan Jawa Barat pada pulang kerumah. Tapi gara-gara ane anak FKH, masih ada satu mata kuliah lagi yg masih harus di UTSkan (walaupun UTS kali ini sebenarnya studi lapangan atau jalan-jalan ._.) . Singkat cerita karena hal tersebut ane kagak pulang hingga hari ini....

Bukan masalah gak enak tinggal disini atau apa, tapi masalah bosen gara-gara temennya dikit yang jadi masalah. Bayangkan, sekarang ini anak-anak Jabodetabek dan Jawa Barat, serta beberapa anak rantau Sumatra yang memutuskan untuk pulang pada kembali ke rumah mereka masing-masing meninggalkan temannya yang tidak bisa pulang, tidak ingin pulang (bahkan ini berlaku untuk beberapa anak Bogor)  atau yang terjebak seperti ane... Karena kondisi ini, bisa dipastikan kalo kondisi asrama sepi... yah sepi kayak kuburan, dan bosan pun dengan cepat mendera. Jadi begini toh rasanya jadi "insan asrama" sejati....

Oke, jadi cerita aja soal asrama, mungkin untuk sebagian anak, tinggal di asrama itu sesuatu yang menjemukan dan tidak enak. Disini kondisi serba apa adanya, mulai dari kasur kapuk keras yang kadang-kadang suka ada kutunya, ranjang yang hampir abis dimakan rayap, no AC, kamar mandi yang airnya sering seret di jam sibuk, berkaporit, dan bau pesing, lantai kotor yang jarang dipel, dll, dll... Belom lagi temen-temen heterogen (asalnya dari sabang-merauke) yang kadang suka bikin "masalah" disana-sini... Yah, kalo diitung-itung banyak kurangnya lah....

Tapi karena ane anak yang "don't care" dan "easy going", kondisi kayak gini yang bikin segalanya jadi seru. Kalo lagi seret airnya jalan-jalan dulu ke asrama C2 yang notabene sumber airnya asrama putra buat mandi, kalo lagi seret makanan dan mager buat keluar cari makan tinggal pergi ke kamar tetangga buat "nebeng" makan, kalo ada apa-apa tinggal ke kamar temen, ngobrol gak jelas ampe lewat tengah malem, wi-fiaan rame-rame, soga dll, pokoknya menurut ane itu seru dah! Suasana semacem ini mungkin gak akan didapetin anak kos-kosan, dan ane bersyukur akan itu. Sayang tapi beginian cuma setaun.

Secara general ya begitulah kondisi asrama... sejauh ini masih banyak senengnya dibanding susahnya... dan mungkin di malem ini ane nulis juga termasuk salah satu bentuk dari kesusahan anak asrama kalo temennya lagi pada gak ada, hehehe....

Oh ya, sebenernya ane mau kasih tunjuk soal kamar ane, dan lorong, tapi ane cukupin sekian dulu deh, bakal dishare di post berikutnya, makasih!

Sabtu, 05 Oktober 2013

Tahun Persiapan Belajar

Yah, kembali lagi bersama ane... gausah basa-basi panjang lebar, sekarang ane resmi udah masuk semester 1 di IPB, bisa dibilang inilah awal permulaan dari seluruh kegiatan perkuliahan ane di Kedokteran Hewan selama 5 setengah tahun.

Beda ama tahun pertama di universitas lainnya yang langsung belajar buat penjurusannya mereka, di IPB mengadopsi sistem TPB (Tahap Persiapan Bersama) dimana mahasiswanya belajar pelajaran dasar yang HAMPIR-HAMPIR MIRIP kayak SMA, cuma lebih mumet dan kompleks, gimana enggak, wong materi 3 tahun belajar di SMA dipadetin jadi 1 Semester doank, belom lagi tiap minggu selalu dapet laporan praktikum dengan format yang kadang bikin ngejelimet. Sebenernya gak di IPB doank sih, di ITB juga, hanya saja di IPB kgk ada penjurusan departemen kayak di ITB AHAHAHHAAH. Mungkin keliatannya udah ribet, tapi sebenernya TPB ini taon yang paling renggang. Ane udah pernah nanya sama alumni, katanya TPB itu gak ada apa-apanya dibanding pas udah masuk departemen nanti.. wew... gimane ane yang FKH O.OYah, emang sih masih pelajaran dasar, tp tetep aja ane dapet mata kuliah khusus departemen ane selama TPB, dan itu menyita waktu untuk pulang karena kuliahnya hari Sabtu, dan nambahin tugas kuliah T.T  

Well... saatnya bicara tentang kesibukan ane di semester 1.

Yah, namanya juga mahasiswa pastinya kuliah lah, walaupun jadwalnya emang gak sepadet SMA tetep aja mesti belajar dan.. mengerjakan tugas serta laporan -.- belom lagi ditambah aktivitas diluar kuliah semisal UKM yang menambah kesibukan. Oh ya, ane jelasin dulu kalo ane selama TPB ini bakalan tinggal di asrama, dan itu WAJIB hukumnya. Untuk sebagian orang memang nampak mengerikan dan menjenuhkan untuk tinggal di asrama mengingat tempatnya tidak senyaman rumah dengan segala kondisi-kondisinya, apalagi orang Bogor wakakkakakak. Buat ane asrama itu....... (ane bakal bahas di postingan laen).

Secara general, kesibukan ane di tahun pertama ya gitu sih....

Dah dulu yah, mau ngerjain laporan ahahahhahah

Kamis, 29 Agustus 2013

Berubah

Yah, selamat malam semuanya, apa kabar kalian? Well.... rasanya ane udah lama betul yah gak nulis blog, coba aja deh liat postingan terakhir ane sebelom postingan ini wkwkwkkw :p.

Gak perlu cerita lagi kenapa ane udah lama gak nulis blog (tentunya karena lagi males wkwkwkwkkw, baca postingan sebelomnya) yang jelas semuanya udah berubah sekarang. Yah, betul-betul banyak, seperti sekarang ane udah bukan siswa lagi, tp ane udah jadi mahasiswa, yah betul mahasiswa, begitupun temen-temen laennya. Banyak diantaranya yg masuk universitas prestis kyk UI, ITB, UGM, yah pokoke banyak lah... Sedangkan ane sendiri? alhamdulillah keterima di IPB jurusan Kedokteran Hewan lewat jalur SNMPTN (yg kalo dulu namanya Undangan), yah.. alhamdulillah doa ane terkabul O:-)



Soal kehidupan mahasiswa sendiri ane gak bisa, bukan, gak mau nyeritain banyak, kenapa?? yah, namanya juga masih maba biasalaah pengetahuannya masih dikit. Tinggal di kampus aja belom nyampe satu semester hahahahha. Oh ya, kalo soal kuliah sendiri, dibanding Universitas lainnya IPB udah mulai kuliah duluan, cuma ini kuliah khusus (atau nama lainnya matrikulasi) buat anak-anak SNMPTN. Kira-kira selama sebulan bakal belajar satu mata kuliah, dan ini bisa meringankan beban kuliah nanti pas Tingkat Persiapan Bersama yang beneran.

Tak perlu panjang lebar lah, intinya ya tadi, udah banyak yang berubah, mau diceritain atu-atu juga gak bakal cukup. Curhat sedikit aja, dibanding ama temen ane yang pada di UI, ITB, ato UGM bahkan ITS sekalipun, temen ane yang masuk IPB cuma 2 biji (gak termasuk ane) yah, memang cukup menyedihkan sih :')
Cukuplah sekian postingan dari blog ane ini, mungkin tulisan berikutnya bakal ane pake buat ngebahas curhatan itu wkwkkwkw. btw ane lagi ada di Jakarta, dan teman-teman semua sudah pada pergi merantau atau sibuk ospek bagi yg di UI :')

Dah....


Jumat, 26 April 2013

Long Time No Post + Seminggu Bersama SEA Games Part III

Yah, selamat siang semuanya, udah lama banget ini gak pernah update (bahkan buka blog) lagi. Mungkin ada yg bertanya kemanakah saya? itu tidak penting, karena sebenernya ane cuma belajar, nonton, tidur, dan seterusnya. Well.... mungkin ada yang mikir kalo selama ini cuma gitu doank kayaknya basi banget, Ya, itulah kenyatannya. Setelah sekian lama baru kali ini ane buka blog lg, dan rupanya postingan dari subcribstion (entah tulisannya bener ato kgk) udah menggunung, dan berhubung ini hari gabut ane baca dah itu postingan yg udah-udah. 

Dari sekian banyak blog yg ane baca, kembalilah ane ke blog ane sendiri. Ane merasa tertampar dengan postingan terakhir ane yg judulnya BUNUH. Kalo dibaca, emang ironi dengan kondisi ane sekarang, bahkan hingga detik ini pun rasa MALAS itu SANGAT SULIT DITAKLUKKAN!, mau bukti? liat postingan ane sekarang yg baru diupdate setelah sekian lamanya tidak nulis. katanya MAU SUKSES? katanya MAU GAK MALES?? yah, itulah tamparan keras untuk sendiri, dari postingan sendiri mohon maaf... Untuk kedepannya ane juga gak bisa jamin bakal update terus, secara kebiasaan nulis di blog udah padem, walaupun sering ane nulis di buku harian, tapi itu bener-bener beda rasanya..... Yatapi sudahlah, jangan diratapi terus, gak akan ada hasil, dan maaf kalau postingannya meratap kayak gini, dan bener itu GAK ADA HASIL TANPA USAHA, and lets back to topic.

Sekilas info, sekarang ane udah kelas 12, dan SUDAH menempuh UJIAN NASIONAL, dan gak lama lagi bakal ada seleksi masuk Perguruan Tinggi Negri. Boleh ditarik kesimpulan bahwa ane bentar lagi mau lulus SMA dan masuk kuliah, doakan saja jikalau mau mendoakan ane masuk IPB Fakultas Kedokteran Hewan *AMINN!!!*

Juga seperti yg pernah ane janjikan, ane bakal bahas tentang perjalanan selama SEA Games 2010 di 3 hari terakhir, tetapi karena itu sudah lama sekali jadi yaaaaa ane ceritain seadanya saja, seenggaknya ane masih memenuhi janji toh? ^^. Pokoknya gini, pas hari-hari terakhir SEA Games, ane nonton Balap Sepeda ama Kempo, balap sepeda di Velodrome Rawamangun, Kemponya di GOR Ciracas. Di Sepeda, tim Indonesia kgk ngasilin medali apa-apa, kalah ama Malaysia gara-gara tabrakan pas putaran terakhir, sedang pas Kempo alhamdulillah Indonesia dapet 1 emas. Yah... overallnya cukup segitu, mau dikasih pic tapi pic-nya udah gak tau kemana, jadi ya sori yak! hehehe V^^

Yah.. kali ini cukup dulu dah, makasih kalo yg dah mau baca, grazie


-Nadhifa Trihapsoro

Selasa, 17 April 2012

BUNUH!!!!!

Sedikit curhat aja, asal u tau semua, ane udah sangat-sangat-sangat jarang update lagi di Blog dan forum, mengapa? seperti yg ada di postingan sebelomnya, entah kenapa ane sangat malas... Entah karena ini efek kelas 11 atau apalah, ane jug gak gitu paham. Yang jelas ane malas.

Well... semua orang dari mulai orok ampe gede, pemulung ampe konglomerat semuanya pengen sukses, betul?? Tapi seperti yang kita tahu bahwa sukses gak sertamerta bakal langsung muncul dihadapan layaknya sulap. Butuh perjuangan, kerja-keras, dan usaha buat mencapai itu. Ane-pun juga pengen jadi orang sukses, jadi Ahli burung, kuliah di luar negri, jadi juara Karate, jago Parkour. Namun, semua keinginan, mimpi, cita-cita itu hanya akan jadi omong kosong belaka jika ane tak punya kemauan keras dan usaha buat menggapainya.

Dan lihatlah kenyataan yang ane alami saat ini: Malas, Tidak berkemauan keras, bosan belajar, menunggu orang lain bertindak, tindak tanggap, masih bayak hal lainnya yang terjadi saat ini. Lihat?? Bagaimana ane mau sukses kalo ane masih kayak gitu?? bahkan untuk update blog aja rasanya males setengah mati. Padahal ane liat banyak temen-temen ane yang pada sukses, entah itu jadi juara, pergi keluar negri karena prestasi, dapet kursi politik tinggi dengan kerja kerasnya. Sedangkan ane?? Kerjaan rumah aja malesnya bukan main buat dikerjain, Di sekolah gak punya prestasi piala apa-apaan, Nilai biasa-biasa aja, Karate juga gak pernah juara, AFS juga gak jadi ikut gara-gara males nyari informasi, MPK-pun rasanya juga terbengkalai, kurang apalagi coba?? Lolos OSK Bio dan masuk OSP?? Cuma segitu?? OSP juga belom tentu tembus kan? banyak orang juga bisa! apa yang bisa dibanggain dari yang cuman segitu doank?!

Kadang mamaku suka cerita-cerita ke orang lain soal prestasi ane yang pas-pasan ini. Dengan bangganya mamaku bilang kalo "Nadhifa" ini juara Karate, keterima di 81, lolos OSK... Sudah mama, cukup... prestasiku hanya segitu dan gak bisa dibanggakan, buat apa diceritain, cuma jadi tamparan buat keluarga kita aja nantinya kalo misalkan ane gak sukses...

Okelah, ane tau ane males, tapi ane juga pengen sukses, sedangkan seperti yang kalian tahu sukses itu gak bisa ditempuh dengan jalan orang males... Tak ada jalan lain buat ane biar jadi orang sukses selain berusaha dan TIDAK MALAS! Dan... ane mesti tidak membiarkan KEMALASAN menghantui hidup ane. dan... Mulai dari ane Ngepost Blog ini... ane akan PAKSAKAN DIRI ANE UNTUK TIDAK MALAS!!! BUNUH ITU KEMALASAN!! dan ane berusaha agar KEMALASAN INI MATIIII!!!!!!! HIDUP SUKSES!!!

Senin, 16 April 2012

UPDATE!!

Halo brow-sis semua! sudah lama tak lihat saya kan?? oke, sebelom ane ngelanjutin postingan, ane mau kasih tau bahwa postingan SEMINGGU BERSAMA SEA Games bagian 2 sudah saya Update. Gak banyak sih, cuma nambahin foto sama resize ukuran foto depan yg Logo SEA GAMES...

Oke, mungkin memang agak gak penting, tapi cukup sekian dan terimakasih. Tunggu lanjutan postingan SEA Games yang part 3 entah kapan... -Grazie!

Senin, 12 Maret 2012

Study Tour

Halo semuanya, selamat datang di bulan Maret, 9 bulan lagi menuju "Kiamat" HAHAHAHAHA.... Okelah, kali ini ane gak bakalan bicara soal kiamat ato perang dan bla-bla-bla itu, dunia sudah "cukup" muak dengan paranoia seperti itu (sotoy...). Mungkin bagi kalian yang ngefollow ato update blog ane merasakan bahwa ane udah jarang ngepost lagi kan?? Seperti yg pernah ane bilang, ane cukup malas sebenarnya untuk menulis.. -.- Jadi, apa yg akan ane bahas? tidak perlu mengglobal, ane akan bahas soal Study Tour kemaren ae.

Study Tour, yah... hal menyenangkan yang dialami oleh siswa-siswi kelas XI, mengapa? karena selama seminggu kita tidak perlu mumet-mumet soal pelajaran. Lalu apa bedanya dengan liburan?? Jelas beda! Kalo liburan kan kerjaan nganggur doank di dalem kota, kalo Study Tour ya jalan-jalan! :D (itu De Facto nya.. -.-) Ya gak gitu juga sih, yg beda paling cuma di keberbarengan angkatan aja yak... Meskipun namanya Study Tour yang kegiatannya ngunjungin kampus-kampus ato Tempat pendidikan nyatanya ya dianggep sebagai WISATA!!!

Study Tour ini sendiri dipisah jadi 2, yang jurusan IPA ke Bandung-Jogja, kalo jurusan IPS ke Bali-Lombok. KArena ane di jurusan IPA, jadinya ane pergi ke Bandung-Jogja. Emang sih, kayaknya udah biasa, tapi soal ane gak pedulilah apa itu tujuannya, yang penting Jalan-jalan!! :D Karena sebenernya Study Tour ini banyak pengalaman yang bisa diceritain, tapi ane gak mau cerita tentang kronologinya soalnya kepanjangan (kan ane males nuliss :p) Sebagai gantinya ane kasih tau aja beberapa hal yang paling asik (jamet sebetulnya -__-) pas Study Tour, ini dia!



Ngamen di Bus
Selama perjalanan di bus, ane dapet korsi paling depan, cukup terpencil dari kerumunan IPA 1 yg kebanyakan nemptin barisan tengah ampe belakang. Bete?? Jelas, begimana tidak semua perbincangan "HAha-HIhi" ada di belakang, mau JB kebelakang ogah, mager, belom lagi mabok. Akibat dari itu, daripada bete nungguin perjalanan mendingan ngamen aja di bus, lumayaaan selain menghibur diri juga cari perhatian ;)

Ane ngamen barengan ama si Steven Rio, salah seorang gitaris cukup handal yang doyanannya lagu-lagu pop-melayu indonesia, dia bawa-bawa gitar selama Study Tour. Ya, seperti yang bisa kalian tebak, dia yang ngiringin gitar dan ane yang nyanyi. Well... bisa dinilai kami ngamen udah bener-bener sekualitas pengamen: Vokal Pas-pasan, suara ngalor ngidul, Unsinkron, Lupa lirik dan bla-bla-bla laennya. Mulai dari lagu pop-melayu Indonesia ampe lagu luar jaman pertengahan pada kite nyanyiin, biarin mau kayak gimana kualitas yang jelas ngamen terrruussssss......... Kalo diliat dari frekuensinya, inilah salah satu kerjaan jamet yang paling SERING dilakukan


Figur "Like a Boss!"
"Like a Boss", jika kalian pada tahu apa , itulah meme (baca: meem) yang sering dimunculin di 9gag ato tumblr. Meme itu menggambarkan orang yang belagak seperti boss (lebih tepatnya arogan)

Terus apa hubungannya ama study tour?? Jadi gini, selama Study Tour ada temen yang dikenal "cukup" arrogan dan seaturannya sendiri, namanya ***** **b** dan ada sebuah kejadian yang menyebabkan disindir "Like a Boss" Kejadian ini terjadi malem hari di hotel Yehezkiel, Lembang. Saat itu ane tidur bareng *i* dan ***a* . Paginya seorang temen dateng ke kamar ane curhat soal si "Like a Boss". Kata die yang namanya ****n* yang kebetulan tidur sekamar ama si "Like a Boss". Dia cerita pokoknya orangnya semau-maunya sendiri, make stop kontak seenak hati, ngelangkahin orang seenaknya, pokoknya "Like a Boss" banget dah. Gara-gara itu ane dan temen sekamar ane julukin die Like a Boss B-)

Ternyata gak nyetop ampe situ aja, bahkan ampe di bus sekalipun kami sering banget nyindir-nyindir si "Like a Boss". Dengan belagak pake kacamata item dan begaya layaknya seorang boss, si *i* dan ***a* menjuluki dirinya sendiri "Like a Boss" (ane gak ikutan :p). Bahkan temen sebus yang make kacamata item diceng-cengin "Like a Boss" juga wwkwkwkkw.... Si "Like a Boss" yg asli tau kagak yaa???


Ngopi di Alun-alun
Satu hal lainnya yang juga paling berkesan dari sebuah jalan-jalan ialah WISATA KULINER. Tepat sekali, mengapa tidak?? setiap daerah mempunyai kuliner khas masing-masing. Padang dengan pedasnya, Jawa Barat dengan Asemnya, dan Jogja dengan manisnya. Akan sayang bagi kita kalo kita berkunjung ke suatu daerah tanpa mencicipi kuliner khas daerah tersebut.

Dan itulah yang terjadi selama Study Tour. Ane nyicipin beragam makanan khas Jogjakarta. Dari gudeg ampe nasi kucing serta lauk-lauknya (sebenernya bukan khas juga sih -__- tapi rasanya ituloh yg khas! :9) dicobain dah. Tetapi dari semua ini, ada 1 yang paling ane suka, yaitu KOPI JOSS...

Kopi ini ane nikmatin di alun-alun Selatan Kota Jogja pas hari ke-4 Study Tour. Sebenernya sejak masuk Jogja ane udah ngebet banget pengen minum nih kopi. Waktu itu ane lagi ada di hotel baru pulang dari UGM ama pantai. Sampe-sampe dihotel, dimana yang laen udah pada masuk kamar buat tidur, ane ama bastom beserta beberapa anak Alexander pengen jalan-jalan ke Alun-alun. Semula emang rada dikit, tapi singkat cerita ternyata anak-anak laennya juga pada ikutan, jadideh ngekonvoy rame-rame bareng pensador. Sesampainya di alun-alun, yang laennya pada maenan sepeda kerlap-kerlip ama pohon keramat (asal u pada tau, di alun-alun selatan ada 2 pohon yang dianggap keramat, apabila u bisa ngelintasi diantara 2 pohon dalam keadaan mata tertutup, niscaya permohonanmu terkabul, tapi menurut orang sana loh yaaa). Ane, bastom ama goldy mencar dari yang laen cuma buat nyari kedai kopi buat nyicipin kopi joss.

Setelah beberapa lamanya muter-muter, akhirnya ane nemu juga gerobak yang jual kopi itu. Harganya bisa dibilang murah, karena ane bisa beli kopi gelas XtraJoss dengan hanya mengeluarkan Rp.4000, bisa u bandingin betapa jauh harganya ama Espresso di Starbuck ato Coffe Bean.

Sebenernya apa sih yg bedain kopi ini sama kopi lain?? Aslinya sih gak ada, kopi yg dipake juga cuma kopi biasa kayak di warteg-warteg yg bermerk k***l a*i. Tapi ada satu yang bedain, yaitu tambahan "barang" yg ada di kopi itu sendiri: ARANG. Well.. u gak salah baca, kopinya emang ditambahin arang beneran kok. Mungkin u sangka rasa kopinya bakalan jadi rasa arang, pait dan legam. Tapi pas u cobain sendiri, u gak bakalan nemuin rasa-rasa arang itu, adanya malah manis dan rasa kopinya jadi lebih kuat, Iinilah yg paling ane suka dari kopi itu.

Buat apa sih dikasih arang? ane juga gak tau, tetapi ane tanya ama penjualnya yang katanya menurut kepercayaan orang-orang jogja bahwa arang itu bisa ngilangin flu, masuk angin, dll. Well... ane juga gak gitu percaya, yang jelas waktu pas ane minum, badan yang tadinya lemes, ngantuk, letoy jadi anget dan seger, seakan-akan ada energi tambahan di malam hari. Gak percaya?? silahkan coba sendiri.

Jualan Nasi Kucing
Satu hal lain yang paling seru dari semua hal diatas adalah INI. U semua pasti pada tau nasi kucing kan?? Kalo gak tau sini, ane kasih tau. Jadi nasi kucing itu adalah nasi yang porsinya sangat sedikit, dengan lauk pauk yang juga sedikit dan biasanya dibungkus ama daun pisang. Sedikitnya kalo bisa dianalogikan emang bener-bener sedikit kayak porsi makannya kucing.

Emang sih sedikit, tapi soal rasa, hmm... maknyusss!! banyak terdapat pilihan rasa yang patut dicoba, mulai dari Tempe, Jamur, Teri, dan bla-bla-bla, belom lagi harganya yang cukup menggoda, sekitar Rp.1500-2000 (Harga Jogja) makan 5 biji aja juga udah bisa kenyang (walau porsi sekucing tetep bisa bikin kenyang juga loh).

Oke, kembali ke inti permasalahan. Ane juga sebetulnya gak ngira bakal jualan nasi kucing, tapi karena kebetulan yang tidak disangka-sangka. Jadi awalnya gini: Waktu pas ke malioboro untuk kedua kalinya, Ane-Bastom-Rio-John-ama Toponk ngaso di seberang rel buat makan nasi kucing ama ngopi gara-gara udah terlanjur bosen ama yang namanya Malioboro.

Setelah kita ngopi dan ngucing (sebutan ane buat makan nasi kucing) kami balik ke bus. Pas diperjalanan ke bus kami mampir sebentar ke-warung nasi kucing lainnya buat beli nasi kucing lebih untuk dimakan di perjalanan. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan balik menuju bus. Sesampainya di bus, kisahpun bermulai.

Bermula iseng-iseng, ane belagak kayak pedagang asongan jualin nasi kucing di bus ternyata ada yang beli seharga Rp.3000. Pertamanya ya ane anggep ini cuma sekedar iseng-iseng berhadiah, tapi ternyata ada temen ane yang nanyain "ada nasi kucing lagi gak??". Gara-gara ini, ane jadi ngerasa bahwa jualan nasi kucing itu investasi yang bagus, ditambah si Toponk sama Rio ngeyakinin kalo kita jualan nasi kucing ae.

Jadilah kami (Ane, Rio, Toponk, John, Bastom) jualan nasi kucing. Kami keluar dari bus menuju tempat tadi beli nasi kucing untuk yang terakhir kalinya. Kami ngeborong nasi kucing yang ada disana ampe-ampe pedagangnya kebingungan. Bastom-Jonathan cuma jadi penanam modal, sedangkan sisanya jadi penanam dan penjajanya. Setelah itu kami segera balik menuju bus buat melaksanakan misi: MENJUAL NASI KUCING.

Dengan belagak layaknya pedangan asongan di lampu merah, kami kembali ke bus buat jualin nasi kucing. Pertama-tama kami jualan nasi kucing di bus kami sendiri IPA-1, yah lumayan hasilnya bisa terjual beberapa nasi kucing. Berikutnya bus IPA-4, nasib kami tidak sebaik di bus IPA-1, boro-boro bisa jualan, mau naik aja udah diusir T_T.... Kemudian kami melanjutkan jualan di IPA-3, nasi kucing yang kejual lebih laris daripada yang di IPA-1. Dan setelah IPA-3, langsung lanjut ke IPA-2, disini jualan nasi kucing bener-bener laku, banyak banget yang beli sampe-sampe barang dagangan abis total. Setelah jualan, dihitung kami dapet untung Rp20.000 lumayan laah. Mungkin emang nampaknya lancar dan sukses, tetapi ada beberapa kendala setelah itu karena: 1. Bingung bagiin laba. 2.Nasi kucing punya ane kemanaa????!!!!! (Juga ikut terjual ternyata....)



Nah, itu semua adalah beberapa hal paling asik pas Study Tour IPA Bandung-Jogja, sebenernya ini baru segelintir, masih banyak yg laennya, tapi males ah ane ceritain panjang-panjang juga. Okelah, cukup sekian dulu postingan super panjang ini, sampai ketemu lain postingan, semoga kalian menikmati, Grazie


-Nadhifa Trihapsoro

Rabu, 04 Januari 2012

Seminggu bersama SEA Games bagian 2


Oke, kembali lagi bersama ane, Nadhifa Trihapsoro. Pertama-tama SELAMAT TAHUN BARU 2012 semuanyaa!!! (Telat banget yal? bodo, yg penting masih awal tahun :p) inilah tahun dimana kalender suku maya akan berakhir, dan ane harap apa yg digembar-gemborin ama media (aka. Kiamat/Bencana Besar) tidak akan terjadi, amin!!. Kali ini ane akan ngelanjutin postingan tentang Liburan SEA Games kemaren, walaupun ane tahu ini udah kelewat telat sih.. -..- Tapi karena ane punya hutang cerita, maka akan ane LANJUTKAN! (Sorry, no pics for this section)

Hari 4, Selasa 25 November 2011
Yah, sebenernya di hari ini ane rencana mau nonton SEA Games cabang bulu tangkis ama panahan, ampe ane ngajak Radhiyan ama Mae segala ikutan nonton eh, ujung-ujungnya ternyata ada panggilan rapat MPK dihari itu, miris... jadinya dihari ini gak ada nonton SEA Games, KECEWA !!! T.T Jadi kita skip aja ye!

Hari 5, Rabu 26 November 2011
Di Hari ini, ane berencana mau nonton panahan di Senayan ama Tenis Meja di Kuningan. Sebenernnya ane udah ngajakin temen-temen buat nonton, tapi ternyata pada tak ada yang bisa, entah itu apa alasanannya. Ya sudahlah, ane pergi sendiri ke Senayan naik angkot dan terusin naik bus, berenti di GBK.

Sampe disana, secara tidak terduga ane ketemu teman-teman lama ane! si kembar Ir/Ilham!! (Walau sebenernya gak "tidak terduga" juga sih... udah direncanain ketemuan, tapi dadakan banget, karena ternyata juga mau ke GBK -.-). Memang perjumpaan yang sudah lama, mengingat ane hampir tidak melihat mereka sejak masuk SMA. Mereka ke Senayan sebenarnya untuk mengambil gambar atlet SEA Games untuk tugas sekolah mereka di SMA 3.

Oke, jadi kami berkeliling senayan menuju ke venue-venue bertandingan untuk menonton pertandingan. Pertama yaitu venue Bulu Tangkis, Istora Senayan. Sebenarnya ingin menonton, tapi melihat tiketnya yang cukup mahal, kami gak jadi nonton, jalanlah ke venue berikutnya, Lapangan Panahan Senayan. Ternyata kami dateng di waktu yg gak tepat, karena kami dateng jam Istirahat, jadinya tidak ada pertandingan. Sedang pertandinganny sendiri baru dimulai beberapa jam kemudian. Merasa gak tepat, kami ke venue berikutnya, Tenis Indoor Senayan, tampat diadakannya pertandingan Karate dan Wushu. Sampai disana ternyata pertandingan Wushu belum dilaksanakan, dan baru akan dilaksanakan lusa.

Ngerasa kecewa, kami luntang-lantung di Senayan, hingga akhirnya teman-teman ane ini memutuskan untuk pulang, tinggallah ane sendiri. Dan setelah mereka pergi, ane lebih luntang-lantung lagi karena ane gak ada temen ngobrol T.T Setelah menunggu beberapa saat luntang-lantung, ane ingat ternyata pertandingan Panahan, jadilah ane balik lagi ke lapangan panahan senayan.

Nyampe disana ternyata pertandingan belum juga mulai, tapi sebentar lagi bakalan dimulai. Ane dateng dan duduk di tribun, ternyata ane cuma sendiri... ._. *krik*krik Tapi tak lama kemudian penonton-penonton pada dateng, beberapa diantaranya juga rombongan dari SMP entah mana itulaah. Dan setelah penonton-penonton pada dateng pertandinganpun dimulai.

Arena Panahan Senayan


Dari semua pertandingan yang ane tonton, pertandingan panah ini paling gak seru!! Kenapa? karena pas atletnya mau manah kita gak boleh ngasih dukungan ato sorakan-sorakan lainnya, jadinya ya gitudeh.. lagi-lagi *krik-krik. Tapi selepas si pemanah melepaskan busurnya dan menancap di papan target baru kita boleh sorak-sorai, rame deh. Emang sih, ini pertandingan agak gak seru, tapi ada ketegangan sendiri pas anak panahnya dilepas, nancep tepat sasaran ato enggak, apalagi pas atlet Indonesia yg maen. Sedangkan respon yg ane sering denger kalo tepat sasaran HORE!!/OE!! kalo enggak AHHH...!! Di pertandingan yg ane tonton ini beruntung ane bisa nyaksiin Indonesia dapet 1 lagi emas!! *HORE!!* dan 1 perunggu, lumayaaan....

Selesai nonton panahan, ane langsung cabut ke GOR Soemantri di Kuningan buat nyaksiin Tenis Meja, namun sampai disana ternyata pertandingannya baru mulai maghrib dan itu masih lamaaa, sedang maghrib ane ada les!!! (oh ya, ane kelar nonton Panahan jam 2an siang, sampai di Kuningan jam 3) Udah gitu, timnas Tenis meja Indonesia gak ada yg lolos ke Final pula, udah deh, tambah gak semangat nonton. Merasa kecewa ane langsung pulang kerumah naik taksi berdasarkan perintah dari mama.


Hari 6, Kamis 27 November 2011
Woke! pada hari ini, inilah hari yg paling mengesankan, kenapa?? Karena ane nonton SEA Games bareng KARATE X-1!! :D Sebenernya soal persiapan, ini acara tergolong dadakan, ane baru jarkomin pada mau jalan sekitar H-2, dan, karena cukup mendadak jadi yang ikut cuma setengahnya doank yaitu Ane, Recon, Radhiyan, Toto, Kharisma, Jon, Iqbal, Meshak, Resha, Azhar, Thalita, Rere, Arum, Vena, Hana, dan Dininta.

Oke, jadi ceritanya, kita semua mau nonton semifinal SEA Games cabang sepakbola di GBK, pertandingan Indonesia vs Malaysia. Mulanya ane agak nyantai buat beli tiket, maunya beli pas entar beberapa jam sebelom masuk, tapi pas ngeliat berita bahwa antrean tiket super panjang... jadinya, tak ada pilihan kecuali dateng pagi-pagi buat beli tiket...

Jadilah, kita semua berangkat ke GBK pagi-pagi. Awalnya sih mau nebeng mobilnya Radhiyan, tapi karena keterbatasan kapasitas penumpang, ya akhirnya naik kendaraan umum. Kita pada berangkat jam 10 dari McD Pangkalan Jati, padahal dijanjikannya berangkat jam 9 (biasalah, anak jakarte pade ngaret).

Untuk ke GBK, dari pangkalan jati kita naik angkot 19 kearah Cililitan, kemudian berenti di BNN untuk transit naik busway yang kearah tanjung priok. Naik Transjakarta, berenti di halte semanggi, sesampainya semanggi kami transit ke koridor 1 buat naik bus yang kearah GBK. Saat naik bus berenti di halte GBK untuk kemudian turun. Setelah turun, kami jalan agak jauh untuk masuk ke kompleks GBK. Kurang lebih dari pangkaan jati menuju ke GBK sekitar 1 setengah jam akibat dari macet di beberapa tempat.

Sesampainya disana, kami langsung jalan nyari-nyari tempat jualan tiket. Agak lama dan berputar-putardi sekitar stadium,. Gak ketemu-ketemu akhirnya kami menemukan stand tempat penjualan tiket, yaitu di sebelah Istora... (sia-sia jalan-jalan keliling GBK -.-) Ternyata, memang sudah terduga, antrenya rame! selain itu ada juga peraturan baru beli tiket, 1 orang maksimal 3. Karena itu, terpaksa akhirnya yang cowok-cowok ngantre beliin tiket.

Hingga akhirnya selama kurang lebih setengah jam-an ngantrenya kelar juga. Kami dapet 8 tiket pada jam setengah 7 malem. Ternyata gak cuma kami doank yang pengen nonton, temen-temen satu sekolah, temen-temen SD, SMP ada juga yang mau nonton. Oke, karena masih lama bolanya, kami semua nonton bultang dulu di Istora. Dengan harg

Masuk-masuk sana, kami disuguhi beberapa pertandingan seru antar Indonesia lawan Malaysia dll. Karena kursi pada pertandingan ini cukup penuh, kami duduk di tribun agak atas dengan viewpoint yg kecil... Tetapi untungnya kami dibagiin ama SPG balon-balon panjang yang biasa buat supporter, Yay!. Pertandinganpun berlangsung seru, banyak supporter yang tereak sana sini, dan seperti biasa, selalu ada "INDONESIA! DEM DEM DEM-DEM DEM" . Dan dari pertandingan Indonesia yang ditonton, alhamdulillah semuanya menang.

Kami nonton bulu tangkis ampe sore. Selesai dari nonton bulu tangkis, kami bergegas keluar Istora untuk makan dan sholat. Tetapi pada saat mau keluar ternyata ada si maskot Modo dan Modi masuk ke tribun. Temen-temen jadi pada foto-foto dulu deh. Sesudah itu, kami langsung bergegas buat sholat, lalu makan. Karena pada bingung mau cari makan, akhirnya ane dan beberapa temen ane misah dari yang laen buat cari makan sendiri. 2 orang temen kami, Hana dan Dininta cabut duluan, mereka gak nonton bola. Sesudah makan, kami langsung cao ke Stadion GBK.

Menjelang Senja, kami Ssampai di stadion. Ternyata SANGAT Penuh, banyak yang mondar mandir buat beli suvenir timnas Indonesia, si Azhar dan Toto pun juga ikutan beli. Akhirnya, karena takut dikejar waktu yang semakin sempit, kami ngantre masuk Stadion. Seperti halnya ngantre tiket, ngantre masuk juga puanjaaaangg..... kira-kira mesti nunggu 15 menitan buat masuk. GIliran udah semakin dekat, ternyata pas diliat tiketnya ada tiket yang tempat duduknya beda lokasi, terpaksa beberapa temen ada yang misah dan masuk ke antrean lainnya.

Akhirnya kami masuk stadion dengan setengah temen yang ada karena sisanya ada di bagian lain. Kamipun masuk tribun dan menunggu pertandingan dimulai sambil menyaksikan pertandingan Thailand vs Vietnam. Hingga setengah 7 pertandingan belom mulai-mulai juga, hanya ada gemuruh supporter berbaju merah putih yang grasak-grusuk nyanyi-nyanyi buat ngedukung Timnas . Ternyata di Indonesia pertandingan sepakbolapun juga bisa ngaret -__-. Karena berisik, anepun juga ikut-ikutan grasak-grusuk. Para supporter bukan cuma bisa nyanyiin "INDONESIA DEM DEM DEM-DEM DEM" doank, kalo buat bola lagunya macem-macem, ada "Tidak Mungkin" lah, "Yo Ayo Indonesia", "Indonesia Raya" (Khusus untuk ini, cuma pas atlet Indonesianya nyanyi) pokoknya banyak deh.

Suasana Saat di Stadion GBK


Selain supporter, sorotan kamera juga membuat ramai, pasalnya kameramennya bisa aja nyari artis dan orang-orang terkenal yang lagi nonton di sono, dan bahkan cewek-cewek cakep juga ikutan disorot. (WIDIH, Bisa ae mas! ;)) DAn bahlkan gak ketinggalan, temen satu sekolah ane yang gak nonton bareng KARATE juga ikutan kesorot.

Hingga sekitar jam 7 pertandingan dimulai juga. Dengan keramean supporternya, saat timnas Indonesia masuk mereka dielu-elukan, tetapi pas timnas Malaysia masuk mereka semua disorakin. Bahkan pas Malaysia nyanyi lagu kebangsaannya tambah lebih disorakin (Peace malaysia, that's my country V._.)

Pertandingan berlangsung dengan cukup seru, supporter membahana tetapi hingga menjelang akhir pertandingan, Indonesia belom juga nyetak Gol, malahan Malaysia yang dapet 1 Gol, sayang sekali... Dan seperti biasanya, pada saat pertandingan berlangsung banyak diwarnai dengan kata-kata kasar kayak "Wasit Gu**lok!", "Malings**it!" , "Tendang To**l!!" Ya, kautahulah, itulah supporter kita Indonesia.

Akhirnya, sekitar 15 menit sebelum pertandingan kami bergegas keluar, karena kalo pas pertandingan selesai keluar, bakal penuh banget. Kamipun keluar, tetapi ada temen ane yang masih ketinggalan didalem, sehingga kami mesti nunggu hingga dia keluar. Tetapi pas dia keluar, ternyata pertandingan keburu selesai, jadilah kami berada di lautan manusia.

Hingga keluar stadium kami masih dibanjiri lautan manusia, dan kamipun menunggu teman-teman yang tadi nontonnya kepisah. Tetapi sebelum ane sempet ngumpul ama temen-temen semua, ane udah ditelfon ama mas Gilang dan keluarga untuk cabut (oh ya, keluarga besar juga ikutan nonton bola loh). Akhirnya ane meninggalkan teman-teman KARATE dan kembali pulang ke rumah.

END FOR Part 2, Sampai bertemu kelanjutannya pada Part 3!! :D

Sabtu, 10 Desember 2011

Perang Dunia 3

Acak, memang bener-bener acak... Akhir-akhir ini ane bener-bener khawatir ama yang namanya Perang Dunia 3, yang menurut kitab-kitab hadist dan literatur-literatur memang AKAN terjadi, dan ane percaya bahwa peristiwa ini bakalan terjadi PADA MASA KITA Ngeliat dari judul mungkin kalian bilang ini agak mengada-ngada atau apalah, yg pasti ane mosting kali ini bukan buat nakut-nakutin ato segala macem, cuma karena khawatir berlebihan saja.


Ya, perang dunia 3, perang skala global yg dikatakan akan membuat sengsara manusia di muka bumi ini (jelaslah.. namanya juga perang -__-). Perang ini sendiri bukanlah perang yg bisa kita gambarkan layaknya perang pas zaman penjajahan belanda ato Jepang, apalagi perang waktu ekspansi Mongolia. Kenapa? karena pada perang ini teknologi militer sangat canggih, mulai dari alat navigasi militer, kendaraan perang, hingga senjata-senjata yang sangat dasyat semisal bom nuklir. Karena kecanggihan teknologi inilah yang menyebabkan perang dunia 3 akan benar-benar begitu dasyat, bukan cuma senjata konvensional yg dimainkan senjata-senjata semacam bom nuklir, senjata kimia, ataupun biologis juga akan digunakan. Belum lagi serbuan militer di berbagai tempat yg dimana setiap daerah yg dilewatinya akan digempur dengan beragam macam ledakan. Bisa kau bayangkan betapa besar efek "kehancuran" yg akan terjadi jika perang ini terjadi.

Meski agak lebay, tapi menurut beragam sumber dan prediksi, perang ini MUNGKIN dan DAPAT terjadi, awal mulanya dari Timur Tengah, dan pemicunya adalah AMERIKA-ISRAEL dengan target sasaran utama adalah IRAN-RUSIA-CHINA. Konflikpun dimulai yang kemudian akan terus merambah ke berbagai penjuru dunia hingga akhirnya perang dalam skala global. Saat perang berlangsung, terjadilah depresi dunia, kekacauan dimana-mana, hingga berkurangnya sebagian populasi dunia, sungguh mengerikan.

Meski cuma prediksi, inilah yg sangat mengkhawatirkan ane selama beberapa minggu belakangan ini, padahal sebelomnya ane belom pernah sebegitu paranoidnya terhadap prediksi masa depan, mengapa? ini semua bermula dari sebuah game, yak... lagi-lagi sebuah game yang berjudul "Call Of Duty Modern Warfare 3". Sebuah game yang menceritakan tentang PERANG DUNIA 3 yang berawal dari sebuah pemberontakan tentara Rusia. Meski skenarionya tidak persis seperti apa yg ane tulis diatas, tetapi sangat menggambarkan keadaan dunia (khususnya eropa) yang sedang "Chaos" akibat serbuan dari tentara Rusia. Permainan yg keren, tapi cukup mengundang presisi. Game ini membuat ane merasakan bahwa perang dunia 3 benar-benar DAPAT terjadi.




Callof Duty: Modern Warfare 3


Selain game, ane juga dikasih tau ama temen ane suatu website yaitu http://illuminati.org/ ya, kau tahu Illuminati sebuah organisasi rahasia yg ingin menaklukkan dunia. Isinya sih kosong, tapi pas di Select All ternyata ada tulisan tersembunyi yang isinya hitungan mundur. Menurut hitungan mundur, jika hitungan waktu habis maka habisnya akan jatuh pada tanggal 7 Desember. Tanggal apa itu 7 Desember? WHo knows

Awalnya ane gak gitu ngeh, tapi ternyata pas ane cek-cek di Internet tanggal 7 Desember merupakan tanggal beberapa peristiwa yg berhubungan dengan perang, misal: Serangan Pearl Harbour di Perang Dunia II, Serangan Amerika terhadap Belgia di perang dunia I, Invasi Indonesia terhadap Timor Leste, dan wafatnya nabi kita Muhammad SAW. Well.. karena melihat peristiwa-peristiwa yg terjadi pada tanggal segitu, ane langsung kaget dan menarik prediksi bahwa: ILLUMINATI MEMBUAT PERANG DUNIA MELETUS PADA TANGGAL 7 DESEMBER 2011!!!!! Dan itulah yg membuat ane khawatir sekaligus paranoid O.O

Memang, agak mengada-ngada, tapi pas ane ngeliat kenyataan kondisi dunia lewat berita-berita dunia di koran ato televisi ane bener-bener paranoid, pasalnya dunia, khususnya Timur Tengah, Eropa dan Amerika sedang bergolak. Lihat saja masalah-masalah dunia belakangan ini: Krisis Keuangan Uni-Eropa, Defisit Hutang Amerika Serikat, Kericuhan pemilu Russia, Revolusi-revolusi negara-neraga Arab, serta Kisruh nuklir Barat dan Iran membuat KEMUNGKINAN akan semakin mendekati KENYATAAN.

Tapi yang paling perlu disorot dari semua berita-berita itu adalah konflik nuklir antar Barat dan Iran, mengapa? karena ane baca banyak kabar berita bahwa perang dunia 3 akan dimulai DARI IRAN!! dan akhir-akhir ini, tepatnya bulan November, Israel sekutu dekat Amerika menyatakan DAPAT MENYERANG IRAN!! Ini semakin menguatkan anggapan apabila perang dapat bermula di Iran. Selain itu, yang lebih mengkhawatirkan lagi, pas ane baca koran di tanggal 6 (sehari sebelum penghitungan mundur illuminati.org selesai) Iran menyatakan status SIAGA! My god!!!

Jujur, jika hal ini terjadi dalam waktu sedekat ini (baca: tanggal 7) ane belum siap. Coba kau bayangkan, di usia kita yang masih muda begini kita mesti menghadapi perang yang sangat dasyat di berbagai belahan dunia, mengungsi dari rumah tercinta akibat bombardir serangan musuh, serta ikut wajib militer demi membela tanah air tercinta, belum lagi menjadi tahanan perang, ane belum akan siap. Tapi senggaknya walaupun ane belum siap ane akan mempersiapkan diri sendiri mengahadapi kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Sedia payung sebelum hujan, Prepare for the worst.

Tetapi alhamdulillah tanggal 7 Desember tidak terjadi apa-apa di dunia ini, alhamdulillah seenggaknya ane masih bisa bangun di dunia yang relatif aman. Walaupun begitu ane yakin perang dunia 3 tetap AKAN terjadi, meski kita gak tau kapan, dan andaipun itu terjadi di masa kita, kita harus bersiap menghadapinya dan ingatlah bahwa sang Imam Mahdi (Sang Penyelamat Akhir Zaman) akan datang dan membawa pertolongan terhadap kita-kita yang beriman, so... PREPARE YOURSELF!!



Minggu, 20 November 2011

Seminggu bersama SEA Games Bagian 1

Yah, sudah sangat lama ane kagak nulis blog, kenapa? karena seperti yg pernah ane bilang, memikirkan kata terbaik untuk dituliskan bukan pekerjaan yang mudah bagi ane, meskipun ide yg terdapat di otak sungguh banyak. Karena males nulis jadi ane lebih suka baca blog orang lain aja ^^ Oke, tapi berhubung ane pengen cerita, ya cerita sajalah.

Cerita kali ini berhubungan ama suatu peristiwa penting di Indonesia, apa itu? Inilah dia!

SEA Games ke 26, sebuah pesta olahraga multicabang se-Asia Tenggara, itulah peristiwanya. Mengapa penting buat Indonesia? bisa kalian saksikan bahwa SEA Games kali ini dilangsungkan di Indonesia dengan kota tujuan adalah Jakarta dan Palembang. Karena SEA Games dilaksanakan di Jakarta dan Palembang maka sebagian besar sekolah negri didaerah tersebut DILIBURKAN!! Alhamdulillah banget sekolah di Jakarta *sujud syukur*
m(_ _)m Terimakasih kepada pemerintah daerah yg setuju untuk meliburkan siswa-siswi di daerah pelaksanaan SEA Games 2011^.^.

Karena diberikan liburan seminggu, daripada nangkring gak jelas dirumah, ngerjain PR juga males, jadi tamu tak diundang dirumah temen, ane merencanakan untuk nonton SEA Games seminggu penuh, ya SEMINGGU penuh. Yah, kalian tahulah ini event bakalan jarang banget diadain, gak mungkin tiap taun dilaksanain juga (Karena SEA Games itu 2 taon sekali), apalagi di Indonesia, kapan lagi coba?? sekalipun entar adalagi di Indonesia palingan juga ane belum tentu bisa nonton, kenapa? mungkin saja ane bakalan kerja dan TAK DIBERI LIBURR!!!

Seminggu sebenarnya buat liburan itu singkat, tapi karena dipake buat hal-hal yg menghibur, liburan seminggu akan terasa sangat bermanfaat. Nonton SEA Games gak semua venue bisa dikunjungi, tetapi selama seminggu ini ane berhasil ngunjungin 10 venue (eh, 12 deng) yang rinciannya:


Hari 1, Sabtu 12 November 2011
Inilah hari pertama ane nonton SEA Games, cabang yang ane tonton di hari Sabtu itu adalah KARATE. Yah, Karate, cabang olahraga beladiri yang mengutamakan kuda-kuda dan sikap tubuh, bukan nama kelas waktu ane kelas X looh ^^. Waktu itu venuenya di Tenis Indoor Senayan. Ane kesono nyusul mama sama mas-mas yang ternyata juga mau nonton. sebelum ke Tendor ane kesekolah dulu buat ngawas proker Festival Bahasa Indonesia. Abis kelar, ane ngumpul lagi ama Karpe buat ngomongin siapa yg mau ikutan seminar pecinta alam di hari minggunya, setelah diputuskan akhirnya tidak ada yg bisa ikut, yak langsung cabut ke Tenis Indoor!!. Karena ane kesono cuma sendirian gak ada yg mau ikutan, jadi gak ada yg nganterin terpaksa ane mesti naik bus ke Senayan.

Sesampenya di Tenis Indoor, ane langsung masuk mau nonton, tapi ternyata dan tidak disangka, Tenis Indoor penuh. Dari dalem gedung udah kedengeran teriakan-teriakan supporter ama terompet-terompetan yg biasa dipake buat nonton bola. Karena nampak seru, ane nyoba masuk, tapi masuknya susah, kealangan ama penonton pertandingan. Walhasil setelah dapet masuk gedung dan tempat duduk ane langsung liat bahwa Indonesia lagi maen lawan siapa gitu lupa. Karena tau Indonesia maen, penonton langsung rame, bahkan ramenya udah kayak nonton bola.
Dari banyak tontonan pertandingan Karate di hari itu, pokoknya asal Indonesia maen semuanya langsung rame gila-gilaan, dan ini adalah salah satu pertandingan beladiri yg penontonnya rame banget waktu nonton di SEA Games.

Inilah sensasinya nonton SEA Games di tanah air! B-). Tapi dari sekian banyak nomer pertandingan yg paling rame itu waktu si Umar Syarif turun tanding. Habis nonton Umar Syarif dan teman-temannya satu Timnas Indonesia, ane pulang bareng sama mama dan mas-mas yg waktu itu juga ikutan nonton. Hingga di hari pertama nonton kelar, di cabang KARATE ini Indonesia udah dapet 4 medali emas, uhuy! B-)


Hari 2, Minggu 13 November 2011
Di hari kedua ini, ane nonton SEA Games bersama mas Faiz dan murid-murid ane anak-anak SMP kelas VII dan anak-anak SMK dari M-13. Pertandingan yg mau ditonton dihari ini adalah Silat! dengan venuenya di Padepokan Pencak Silat TMII. Karena ada banyak anak, dan transportasi terbatas namun dekat, jadi semuanya pada naik angkot jurusan Pasar Rebo-Kampung Rambutan (40) dengan berombong-rombongan. Selama perjalanan adalah hal yg membosankan, kenapa? karena jalan raya Pondok Gede waktu itu sedang diperbaiki sehingga jalan macet total!!. Bahkan waktu yang diperlukan dari rumah hingga ke TMII yang biasanya cuma 20 menit (kalo lancar banget) jadi 1,5 jam!!!.

Singkat cerita, sampailah di Padepokan Pencak Silat, dan semuanya pada nonton pertandingan pencak Silat. Beda sama di Tenis Indor, di padepokan ini panas karena gak berAC huff... -,-' tetapi antusias penontonnya cukup tinggi, yah.. walaupun kalo dibandingin gak semeriah pas nonton Karate. Kali ini supporter yang paling berpengaruh yaitu para pelajar, dukungan yang mereka salurkan untuk para atlet tidak henti-hentinya.


Pertandingan Silat


Soal pertandingannya sendiri, sebenernya ane gak gitu ngerti sistemnya, tapi karena ane merhatiin terus pertandingannya lama-lama ane ngerti juga. Ternyata diaksih 3 ronde pertarungan, dengan 1 wasit dan 5 juri, yang nentuin menang ato kalahnya itu berdasarkan penilaian juri di setiap ronde berdasarkan angka pukulan, tendangan, atau selengkatan.
Akhirnya untuk beberada lamanya, karena anak-anak SMP udah pada capek, jadinya diputuskan untuk pulang dengan angkot dan melalui macet lagi... -.- . Dihari ini ane nonton belom ada medali dari silat, kenapa? karena di hari pas ane nonton belom ada medali emas yg dipertandingkan, masih babak penyisihan.


Hari 3, Senin 14 November 2011
Hari Senin, hari yang seharusnya adalah hari yang paling membosankan karena di hari itu merupakan hari pertama masuk sekolah, tetapi tidak untuk hari Senin kali ini. Di hari Senin yang berbahagia ini, ane pergi nonton SEA Games cabang olahraga Silat (lagi) dan Basket bareng sama teman-teman kelas IPA-1 Alexander!! :D. Yak, ini kali pertamanya ane jalan bareng ama kelas baru ke suatu tempat.

Walau nonton bareng-bareng ane kagak berangkat bareng ama mereka, kenapa? dikarenakan rumah ane lebih dekat ke Padepokan Pencak Silat (Venuenya Pencak Silat) dibandingkan sama tempat pertemuan sekelas di pangkalan jati. Ane berangkat dari rumah sekitar jam setengah 9. Karena kemaren pergi ke padepokan pencak silat macet luar biasa, jadi di hari ini ane kesono nebeng mas Gilang yg waktu itu juga pengen kuliah.

Sesampenya disono ternyata baru ane doank yang dateng, dan teman-teman lainnya ternyata masih terjebak di jalan. Setelah menunggu beberapa akhirnya pada dateng juga. Rombongan pertama yg dateng itu rombongannya si Puti, disusul Fikri, kemudian Alditho dan lalu Yudha, oh ya si Radhiyan juga ikutan dateng gara-gara rumahnya dia deket ama TMII.

Sebenernya ini pada dateng nonton Silat cuma gara-gara tugas Penjas disuruh ngeliput dan moto-moto SEA-Games cabang pencak Silat dan cabang lainnya terserah juga sekalian jalan bareng sekelas Alexander. Di pertandingan Silat kali ini, seperti biasa murid-murid SMP pada bersorak-sorai, kita semuanya ikut-ikutan aja walau sistem pertandingannya gak gitu ngerti -.- yang pasti kalo Indonesia main apalagi menang, meriah-meriahin aje bahkan si Nyoman ama Alditho taruhan buat nentuin atlet mana yg menang...

Bersama Alexander


Waktupun berlalu dari pagi menuju siang. Karena sudah suntuk, laper, dan takut macet di jalan semuanya pada langsung mau cao ke Sport Hall Kelapa Gading buat nonton basket. Padahal ane belom mau pergi soalnya Indonesia lawan Malaysia belom maen, juga pertandingan finalnya belom dimulai. Tapi karena ane juga mesti ngikut ama yg laen ya terpaksa ane juga ikutan cao. Sampai disini beberapa temen ada yg tetep tinggal seperti Bella ama Radhiyan, dan beberapa lainnya pulang kayak Sekai. Okay, ane cabut ke Gading tapi sekarang nebeng ama mobilnya Yudha.

Singkat cerita sampelah di Sport Hall Kelapa Gading, tapi sebelom itu karena pada laper mampir dulu ke Mall Kelapa Gading (MKG) buat makan. Sebenernya sih intinya cuma buat makan, tapi karena udah pada PW ama kondisi mall dan anggaran yg makin menipis serta jauhnya perjalanan sehingga beberapa temen pada males nonton basket -.- Namun karena sebagian temen lainnya sangat menyayangkan dan cukup kesel juga gara-gara ada yg males nonton basket terjadilah sedikit perdebatan. Hingga akhirnya diputuskanlah untuk tetap nonton basket, dan semua langsung cao ke Sport Hall Kelapa Gading

Pertandingan Basket Putri


Sampe disono, kita langsung beli tiket dan ternyata harga tiketnya lumayan mahal, sekitar Rp. 50.000 dan nontonlah itu basket. Pertandingan basket yg ane tonton kali ini yaitu pertandingan basket putri babak penyisihan Indonesia lawan Myanmar. Soal pertandingannya sendiri, kali ini emang cukup bikin gregetan soalnya skornya susul-susulan hingga diakhir pertandingan Indonesia kalah.... -.- Tapi seenggak-enggaknya gak sia-sia beli tiket Rp. 50.000 karena viewnya bagus :D

Kelar pertandingan, beberapa temen ada yang langsung pulang dan beberapa ada yang sholat dulu. Nah, pas sholat ini ane nyaris kehilangan sepatu karena sepatu yang ane pake ternyata sama kayak sepatu official (yak, sepatu yg ane pake sebenernya emang sepatu official SEA Games -.-), jadi pas ane ngambil sepatu ternyata ane salah ambil, dan pada saat mengecek kembali di rak sepatu masih ada 3 sepatu lagi yg bemotif sama dan salah satunya ada yg punya ane beneran... Haduh!

Nah, setelah Sholat ane langsung mau balik, tapi karena gak tau jalan baliknya ane disuruh sama mama buat kerumah Eyang naik taksi. Tapi buat memperkecil ongkos taksi, ane nebeng mobilnya Yudha dulu ampe Pulomas baru ane turun buat naik taksi ke Rumah Eyang untuk lalu dijemput ama dan pulang kerumah. Eh ya, tapi sebelom pulang, rombongan yg pulang belakangan berkesempatan berfoto ama atlet-atlet basket putri Indonesia loh! :D tapi sori gak bisa dipejengin di blog, soalnya filenya gede :-(


Okelah, sekian dulu cerita ane tentang SEA Games untuk kali ini, masih bersambung looh.. jadi tunggu saja yak! :D